Simpel Countdown Buat Masak

Hej hej!

Sudah sekitar seminggu saya mencari cara yang simpel untuk men-timer masak kentang, tapi harus dengan cara yang keren hahahah. Sebenernya saya bisa saja pakai timer di handphone atau ketik di Google: “timer for 15 minutes”, dan itu malah lebih simpel buat semua orang.  Namun, kembali lagi, saya ingin pakai cara yang keren, akhirnya saya browsing di Internet dan menemukan bahwa saya bisa pakai command line di komputer saya. Oiya, saya pilih pakai komputer juga karena saya banyak menghabiskan waktu di depan komputer. Biasanya sambil nunggu kentangnya matang, saya beraktivitas di depan komputer, jadi biar nggak kelewat gosong, saya bikin timer pun di komputer hehehe.

Caranya cukup mudah. Kita hanya perlu menggunakan perintah sleep [how long] && play [wav file] di command line.  Perintah tersebut akan memainkan file .wav yang dipilih setelah beberapa saat kapanpun kita mau. Sebagai contoh saya ingin timer 2 detik, saya cukup menulis sleep 2 && play Music/alarm.wav lalu tekan Enter atau tinggal eksekusi countdown.sh dari repo saya. Setelah 2 detik, file alarm.wav akan dimainkan kayak gambar di bawah. Gampang kan? hehehe  Continue reading “Simpel Countdown Buat Masak”

Advertisements

Bersih-bersih Folder

Hej!

Kemarin komputer saya habis boot-loop. Kejadiannya tepat 3 jam sebelum rapat online via Skype. Gatau kenapa kemarin komputer saya jadi boot-loop setelah saya upgrade gnome-shell dari gnome-shell 3.16 jadi gnome-sheel 3.20. Awalnya keliatan normal-normal saja pas proses upgrade. Nggak ada warning-warning ga jelas. Sebenernya pas saya baca di forum ubuntu-gnome udah diperingatin sih sama orang kalo mau upgrade gnome-shell di ubuntu-gnome 16.04.3 harap hati-hati, wkwkwk. Tapi karena penasaran dan pengen segala sesuatunya up to date jadilah saya sedikit mengabaikan peringatan itu :p.

Singkat cerita akhirnya saya (terpaksa) menginstall komputer dengan ubuntu-unity 16.04, alasannya mencegah ke-tidak-kompabilitas-an yang mungkin terjadi. Padahal saya lebih suka pakai ubuntu-gnome soalnya terasa lebih cepat dan ringan, tapi yaudah gapapa, daripada-daripada kan ya. Dan dalam 2 jam, seluruh program yang saya butuhkan sudah terinstall semua. Terima kasih internet cepat Swedia (>90 Mbps) *pamer dikit*, semua dapat dijalani dengan lebih mudah :))))  Continue reading “Bersih-bersih Folder”

Upgrade Komputer

Hej!

Melihat performa komputer di tahun pertama kuliah, dia kayak ngeden-ngeden kalo diajak buat kerja cepet. Apalagi kemarin sempet kehabisan RAM pas proses synthesis verilog di kuliah Accelerating Systems with Programmable Logic Component. Akhirnya saya putuskan untuk meng-upgrade komputer saya. Komputer yang saya pakai adalah Asus K401L, spesifikasinya bisa dilihat di sini.

Berbekal panduan dari mas Diki, saya pun ikut mengganti Harddisk saya dengan SSD Toshiba Evo-850 250GB dan menambah RAM (Corsair) sehingga jadi 8 GB. Agak susah lho menentukan saya mau pakai SSD 120GB atau 250GB. Namun setelah berdiskusi dengan Michael, temen serumah yang kuliah jurusan Computer Science, akhirnya saya memutuskan untuk memakai SSD 250GB dengan pertimbangan bahwa saya hanya pakai Ubuntu Gnome dan jika butuh Windows, saya akan menjalankan Windows via virtual machine. Oiya saya memutuskan untuk menggunakan Ubuntu Gnome sebagai OS utama saya karena Ubuntu Gnome bisa mengakomodasi kebutuhkan saya seperti C-compiler.  Continue reading “Upgrade Komputer”

Tujuh Belas Agustus di Kantorsgatan

Hej!

Sekarang di Uppsala jam 9 pagi dan saya sedang mencuci baju, mencucinya pakai mesin cuci sih, makanya bisa disambi nulis di sini. Kali ini saya mau cerita tentang kegiatan cah Kantorsgatan di hari tujuh belas Agustus.

Hari ini adalah hari ulang taun ke-72 Republik Indonesia, negara tercinta yang terkenal dengan kekayaan alam yang sungguh beragam. Namun, di hari yang spesial ini, cah-cah Kantorsgatan (Saya & Sanka) tetap berkegiatan seperti biasa. Bangun jam 8-an pagi, ke kamar mandi, bikin sarapan, ngadep komputer, kurang lebih seperti itu tiap hari. Saya hari ini bangun tidur terus mandi terus nyuci sih, jadi gak seperti biasanya.

Di hari tujuh belas Agustus ini, dapur Kantorsgatan masih seperti biasa, agak berantakan dikit. Ruang tengah kami juga masih agak berantakan dan kamar saya masih seperti biasa, agak rapi daripada kamar sebelah wkwkwk. Suasana di luar rumah juga masih sepi-tenang seperti biasanya. Tidak ada hiruk pikuk orang bersiap-siap upacara bendera. Saya pun masih nonton anime sambil nunggu cucian selesai. Continue reading “Tujuh Belas Agustus di Kantorsgatan”

Pulang Juli

Hej hej!

Sudah lama nggak nulis di sini, hehehe. Padahal ada banyak hal yang saya alami. Baiklah, dicicil aja ya. Di tulisan ini saya bakal cerita ngapain aja pas pulang kemarin. Ya, kemarin bulan Juli saya pulang sebulan penuh. Kayak mimpi rasanya, pulang cuma sebulan. Sebenarnya saya bisa pulang sejak awal Juni sih, jadi bisa pulang dua bulan. Tapi karena mau nonton Coldplay pas  akhir Juni, akhirnya pulangnya diundur sampai abis nonton Coldplay. Sebenarnya lagi, bisa pulang sampai akhir Agustus, tapi karena kemarin khawatir kalau ada re-exam di bulan Agustus, akhirnya pulang sampai awal Agustus aja hehehe. Ternyata gak ada re-exam, alhamdulillah :”)  Continue reading “Pulang Juli”

What I Eat in Uppsala

Hej!

Today I will show you what I eat in Uppsala. Anyway, I moved out of my room in Flogsta last month. Now I live in Kantorsgatan with my friends. They are also Indonesian students as me.

Well, this post actually is the preambule of my new category in my blog. I introduce “Kitchen” to you. Within this category, I will post everything about what I eat and how to cook it (based on what I did). Basically it will be like a cooking tutorial like what you see on the cooking book.

As what I told you in the beginning, I will show you what I eat in Uppsala by showing some pictures below.

Continue reading “What I Eat in Uppsala”

#SweetSweden: How I life In Uppsala

Hej!

 

Well well well. This is my first post for my blog since I live in Uppsala. I have been spending almost two semesters here. Become a master student in Uppsala is not easy. I have to adapt to the weather and the courses itself. In this post, I will tell you how I adapt to the weather. The Swedish harsh weather like other Nordic countries.

I arrived in Uppsala in the end of August 2016. It was end of summer which I got plenty of sunshine everyday and the temperature was around 18 degree Celcius. For me who comes from tropical country, 18 degree Celcius was cold. I always wore my hoodie everyday.

Approximately one month later autumn came and outside temperature slowly decreased little by little.  At that time, I got a bike and cycled everyday to go to school. It trained my body to be ready for winter. My body got stronger and slowly adapted to the weather. But of course I wore suitable clothes.  Continue reading “#SweetSweden: How I life In Uppsala”

#SweetSweden: An Introduction

Hej!
Hello!

Well, I will introduce my hashtag while I study in Sweden. That is #SweetSweden. In #SweetSweden I will share everything happens, whether sweet or bitter. If they are bitter, I hope #SweetSweden can make it sweet. If they are sweet, #SweetSweden can enhance their sweetness :’)

That’s it. Wish me luck in Sweden, so all of my stories can be sweet.

#SweetSweden

 

With smile,

Rahmanu