Tujuh Belas Agustus di Kantorsgatan

Hej!

Sekarang di Uppsala jam 9 pagi dan saya sedang mencuci baju, mencucinya pakai mesin cuci sih, makanya bisa disambi nulis di sini. Kali ini saya mau cerita tentang kegiatan cah Kantorsgatan di hari tujuh belas Agustus.

Hari ini adalah hari ulang taun ke-72 Republik Indonesia, negara tercinta yang terkenal dengan kekayaan alam yang sungguh beragam. Namun, di hari yang spesial ini, cah-cah Kantorsgatan (Saya & Sanka) tetap berkegiatan seperti biasa. Bangun jam 8-an pagi, ke kamar mandi, bikin sarapan, ngadep komputer, kurang lebih seperti itu tiap hari. Saya hari ini bangun tidur terus mandi terus nyuci sih, jadi gak seperti biasanya.

Di hari tujuh belas Agustus ini, dapur Kantorsgatan masih seperti biasa, agak berantakan dikit. Ruang tengah kami juga masih agak berantakan dan kamar saya masih seperti biasa, agak rapi daripada kamar sebelah wkwkwk. Suasana di luar rumah juga masih sepi-tenang seperti biasanya. Tidak ada hiruk pikuk orang bersiap-siap upacara bendera. Saya pun masih nonton anime sambil nunggu cucian selesai.

Sebenarnya ada undangan upacara di KBRI Stockholm, tapi karena jauh dan butuh kemauan lebih untuk bangun lebih pagi, saya gaikut upacara di sana hehehe. Padahal pas di Indonesia dulu, saya selalu menyempatkan ikut upacara bendera entah di (luar pagar) Gedung Agung Yogyakarta bareng para tukang becak, penjual asongan, dan wisatawan. Atau ikut upacara bendera di HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) Kotabaru bareng temen-temen dari pemuda Islam, Kristen, dan Katolik.

Upacara bendera merupakan hal yang cukup spesial bagi saya karena dulu waktu di SMP dan SMA, saya sering sekali menjadi pemimpin upacara bendera baik di sekolah ataupun di kabupaten. Saya cukup berpengalaman dalam memimpin upacara bendera. Mulai upacara bendera hari Senin, upacara bendera tujuh belas Agustus, sampai upacara pembukaan Porseni tingkat kabupaten. Entah kenapa saya sangat menikmati saat-saat kepanasan di tengah lapangan upacara. Bagi saya, upacara bendera tidak hanya prosesi mengibarkan bendera merah putih, tapi bagaimana kita tertib mengikuti aturan selama kurang lebih 45 menit dan salah satu bentuk penghormatan terhadap negara kita.

Well, akhirnya Sanka bergerak ngajak saya untuk nyanyi lagu “Tanah Air”. Pada akhirnya, sepertinya selalu ada yang spesial di hari tujuh belas Agustus dimanapun kita berada. Kami, cah Kantorsgatan menyanyikan lagu “Tanah Air.”

Dirgahayu Indonesiaku, jayalah selalu!

Merdeka!
Rahmanu

PS: Kantorsgatan adalah nama jalan tempat tinggal kami.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s