#SweetSweden: An Introduction

Hej!
Hello!

Well, I will introduce my hashtag while I study in Sweden. That is #SweetSweden. In #SweetSweden I will share everything happens, whether sweet or bitter. If they are bitter, I hope #SweetSweden can make it sweet. If they are sweet, #SweetSweden can enhance their sweetness :’)

That’s it. Wish me luck in Sweden, so all of my stories can be sweet.

#SweetSweden

 

With smile,

Rahmanu

Advertisements

Bersama Pinisi

Bersama laskar pejuang Pinisi mengarungi samudra mimpi

Walau berbeda dan ragam cita tetap satu dalam pengabdian

Selama seminggu saya diinapkan, (((diinapkan))), dengan 129 orang dari seluruh Indonesia, mulai dari ujung barat sampai timur, semuanya ada. Kami bersama-sama dibekali mengenai kepemimpinan, nasionalisme, sampai keterampilan menggunakan busur panah oleh LPDP agar nantinya ketika kami kuliah di universitas masing-masing, kami siap dengan segala-galanya. Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi cerita mengenai beberapa spot yang menurut saya unik di Persiapan Keberangkatan angkatan 67 (Pinisi). Continue reading “Bersama Pinisi”

Sapi sepi

Melenguh berujar kata
Merumput memamah rata

Berlari keliling kota
Bertemu tumpukan bata

Pandangan lurus semata
Menemukan sebongkah data

Sepi melata

Melenguh berujar kata

Sepi melata
Pelan menggerogoti

Sudahi saja

Menginjak Sandal

Selamat siang Indonesiaku!
Siang ini saya mau menyampaikan keresahan saya mengenai “menginjak sandal.”

Sebuah hal yang ringan sebenarnya, tapi hal ini mau saya bikin berat.

Hari Jumat selalu menjadi hari yang dinanti karena besoknya adalah hari Sabtu, yaiyalah. Selain itu, pada hari Jumat semua muslim disarankan untuk beramal sebanyak-banyaknya mulai dari sekedar senyum, mengisi kotak infaq, membaca Al Quran sampai bahkan ada beberapa pedagang yang menggratiskan dagangannya pada hari itu. Namun, menurut saya semua amal itu akan turun nilainya jika bapak-bapak dengan semena-mena menginjak sandal jamaah-jamaah sholat Jumat demi memarkir sandalnya dekat dengan teras masjid. Continue reading “Menginjak Sandal”

#NobarYK24 Batman v Superman

Yosh!

Ini kedua kalinya aku ikutan #NobarYK bareng @nontonYK. Sebelumnya aku ikut nobar gratisan, waktu filmnya “I am Hope”, film yang mengharukan :’)

#NobarYK24
#NobarYK24

Nah di #NobarYK24 ini, film yang ditonton adalah “Batman v Superman.” Dari judulnya sudah keliatan kalau nanti Batman akan melawan Superman. Sepemahamanku nonton film ini, jadi ceritanya Batman mau balas dendam sama Superman karena Superman sudah menewaskan banyak korban pas Superman berhasil mengalahkan musuh yang dari luar angkasa itu. Entah siapa namanya, aku nggak tau, aku nggak ngikutin film-film DC Comic hahaha. By the way, film Batman v Superman ini adalah film DC Comic pertama yang aku tonton. Dan… aku sempat ketiduran dong di dalem studio.  Continue reading “#NobarYK24 Batman v Superman”

Wawancara Beasiswa 2016

Halo! Sambil harap-harap cemas menunggu pengumuman dari univadmissions Swedia, aku akan membagi pengalamanku waktu wawancara LPDP bulan lalu.

Namun ini bukan tips and tricks ya, karena aku hanya beruntung bisa mendapatkan beasiswa yang lagi ngetren ini. Aku lebih suka menyebut diriku beruntung bisa dapet beasiswa ini. Menurutku sih. Peace. Tak lepas dari segala perjuanganku harus tes IELTS, periksa kesehatan, dan lain-lain. Hehe

Petualangan menuju meja wawancara, LGD, dan menulis essay diawali dari sarapan dulu, mandi pagi, dandan dikit, menyiapkan motor, berangkat deh ke gedung keuangan. Segala yang sudah disiapkan pun pasti masih ada celahnya, someshit may happen sodara-sodara, aku lupa bawa papan berjalan. Padahal disuruh bawa buat jaga-jaga kalo nanti dibutuhkan. Jadilah beli papan berjalan dulu di fotokopian dekat kampus UAD Yogyakarta. Mayan lah pemanasan dulu. Continue reading “Wawancara Beasiswa 2016”

Ciremai 3078 mdpl #2: Turun Gunung Malam-Malam

Terima kasih sudah menunggu. Selamat datang kembali.

Hello, its me~ Biar dikira Adele

Malam minggu itu aku menghabiskan waktu di dalam tenda. Setelah kenyang makan indomie, jam 20.30 kami tidur beralaskan matras dan sleeping bag dengan posisi menurun. Kaki kami lebih rendah daripada kepala, hehehe, tendanya miring sodara-sodara. Sebelumnya, Bagus sudah berpesan bahwa kami akan memulai perjalanan ke puncak pada pukul 03.00.

Tepat pukul 02.30, aku menyenggol Ridho, lalu Ridho menyenggol Farhan, lalu Farhan menyenggol Bagus lalu goal, mengingatkannya untuk bangun dan siap-siap melanjutkan perjalanan. Karena ternyata semuanya tidak bisa tidur, akhirnya kami berhasil memulai perjalanan pukul 03.00, Sesuai rencana, perjalanan menuju puncak tidak disertai tarian seperti Mawar AFI dkk. Tidak usah dijelaskan ya kenapa tidak menari, intinya, berjalan biasa saja sudah terseok-seok, apalagi sambil menari?

Di tengah perjalanan kami berhenti di pos 5 untuk sholat subuh, sebenarnya sebelum pos 5 juga berhenti beberapa kali untuk minum, minumpahkan rasa lelah. Berjalan ke puncak di tengah kegelapan sangat susah, tapi aku sih merasa biasa saja, biasa terseok-seok! Akhirnya pukul 07.30 kami sampai di puncak. Seperti yang dilakukan pendaki-pendaki lain, kami langsung menyeduh minuman hangat dan foto-foto dengan berbagai gaya. Sayang sekali aku malah lupa untuk menari shuffle dance dan Gangnam style, padahal sudah jadi angan-angan dari dalam tenda lho. Ingatnya tuh di sini (di Jogja) :)))

AsRwKnskBpbpxgeDeXBpemykwhMueOUedbPamflPNX-C Continue reading “Ciremai 3078 mdpl #2: Turun Gunung Malam-Malam”