Pemimpin Kelas Kakap

Kelangkaan sosok pemimpin yang hebat di Indonesia semakin tinggi. Desa, kota, kabupaten, provinsi bahkan sebuah komunitas kecil kesulitan menemukan sosok seorang pemimpin yang mampu membuat lingkungannya merasa nyaman, aman, dan sehat. Diperlukan seorang pemimpin kelas kakap di setiap lingkungan di Indonesia. Dengan adanya pemimpin kelas kakap di setiap lingkungan, pasti bisa membuat lingkungan-lingkungan tersebut semakin baik di masa depan.

Saya telah berdiskusi dengan lima belas orang yang sangat hebat, yang nantinya akan menjadi seorang pemimpin kelas kakap di lingkungannya masing-masing, Continue reading “Pemimpin Kelas Kakap”

Advertisements

KP #2: Menginjak 0 derajat

Berawal dari Bayu, teman PKL kami, yang bercerita kepada saya bahwa ada Tugu Katulistiwa di dekat Bontang. Awalnya saya nggak percaya, lha wong setau saya di Indonesia yang dilalui garis equator kan bukan di Bontang. Tapi Bayu tetep saja berusaha meyakinkan saya bahwa ada tugu tersebut. Dia bilang letak tugunya ada di pinggir jalan Bontang-Samarinda, kurang lebih 200m dari badan jalan.

Jumat-Sabtu kemarin saya dan Fajar, partner Kerja Praktek (KP) saya, turun ke Bontang. Ya, tempat KP kami memang berada di perbukitan, di sebuah perusahaan batubara nasional, PT. Indominco Mandiri. Makanya kalo ke Bontang disebut turun ke Bontang.

Selama di Bontang kami menginap di rumah saudara (jauh) Fajar, namanya Pak Parman. Rumahnya ada di perumahan KCY . Ketika kemarin kami ke sana, kami sempat berjalan sejauh 2km lho, karena gak ada angkot, hehehe lumayan olahraga sore. Sip sampai di sana teh hangat sudah menunggu 🙂 Continue reading “KP #2: Menginjak 0 derajat”

Rumahku Terpaksa Bermusik

Hari ini aku ga bisa main sepakbola lagi, ya hari hujan teman-teman. Sudah beberapa kali aku ga jadi bermain bola. Baik gara-gara hujan, pindah rumah, lapangannya ilang, sampai ga ada temen main. Hal itu terjadi sejak Manchester United (MU) ga jadi datang ke Indonesia hahahahaha. Halo namaku Budi, akulah yang dulu sering muncul di baliho-baliho kotamu. Aku masih sangat ingat kalimat yang jadi guyonan banyak orang gara-gara MU ga jadi bertandang ke Indonesia tercintah. Kalimat itu berbunyi, “Budi tidak jadi bermain bola.” Nyesek sekali waktu itu, banyak orang menggunjing namaku :p.

Aku tinggal di lereng G. Semeru, kecamatan Sidodadi, Kabupaten Brebes. Hahahaha, G. Semeru itu bukan Gunung Semeru lho, tapi itu nama gang alias jalan kecil banget. Namanya Gang Semeru dan rumahku di pangkal gang :p. Di rumah mungil itu aku tinggal bareng bapak dan ibuku, tak lupa juga adikku dan seekor kucing dan dua ekor ayam dan tiga ekor itik dan beberapa ekor cicak dan banyak ekor semut dan masih banyak lagi hewan-hewan yang bertengger di rumahku. Tapi rumahku bukan kebun binatang lho… :p Continue reading “Rumahku Terpaksa Bermusik”

Apresiasi Alm. Rendra

Halo sahabat mynguan

Kali ini saya akan bicara tentang Alm. W.S Rendra. Entah kenapa tiba2 hari ini tadi saya jadi kepincut sama sajak2 Rendra yang “lugas” dan penuh metafor. Sajak2 Rendra bagai tongkat elder yang dipegang Harry Potter. Sajak yang mampu mengubah dunia (Indonesia). Yang saya suka dari sajak2 Rendra itu nuansanya, garang banget!

Rendra adalah seorang sosok sastrawan yang muak dengan carut marut pejabat negeri ini. Semua kemuakannya dituangkan dalam berbaris-baris sajak yang garang. Penggunaan diksi-diksinya pun bagaikan memilih pisau mana yang akan digunakan untuk mengiris bumbu dapur. Beberapa metafor Rendra yang bikin saya kagum seperti, comberan peradaban, takhayul pembangunan, penyair salon, dan masih banyak lagi. Wah pokoknya kagum deh sama Rendra, emang pantas dia dijuluki Si Burung Merak. Continue reading “Apresiasi Alm. Rendra”

Back to Culture bukan Mbak Tukul Cor

Sekarang ini sedang marak2nya kampanye Back To Culture. Dari mas2/mbak2 sampai bapak2/ibu2 semuanya menyerukan Back To Culture. Tapi rasanya kurang tepat apabila kampanye itu tidak dibarengi dengan pakem yang kuat. Nguri2 budaya Jawa misalnya, ada instansi yang mencanangkan hari Bahasa Jawa pada hari tertentu. Lalu pengumuman2, penulisan nama jalan, dan media publikasi lain memberitakan dengan bahasa jawa. Namun banyak yang cara nulisnya salah. Saya pernah juga menulis tentang ini, teman2 bisa lihat di sini.
Ajakan untuk teman2 se-Jateng, se-DIY, dan se-Jatim Continue reading “Back to Culture bukan Mbak Tukul Cor”

Berkeliling Indonesia dalam Dua Jam!!

Hore kembali bisa menyapa sahabat mynguan. Tadi saya baru saja berkeliling Indonesia bareng Dwika dan Mas Wisnu. Ya! Tadi saya habis menghadiri (cie menghadiri) acara yang diselenggarakan oleh teman-teman PSM Cantus Firmus Univ. Sanata Dharma. Dalam acara tersebut dipentaskan 5 tarian dan beberapa lagu daerah mulai dari barat sampai timur Indonesia yang dibawakan oleh PSM Cantus Firmus. Kali ini saya akan memberikan apresiasi terhadap tari-tarian yang tadi saya saksikan. Namun apresiasi yang saya berikan bukan apresiasi seorang yang ahli dalam kesenian, hehehe. Oke cekidot aja dah! Continue reading “Berkeliling Indonesia dalam Dua Jam!!”