Back to Culture bukan Mbak Tukul Cor

Sekarang ini sedang marak2nya kampanye Back To Culture. Dari mas2/mbak2 sampai bapak2/ibu2 semuanya menyerukan Back To Culture. Tapi rasanya kurang tepat apabila kampanye itu tidak dibarengi dengan pakem yang kuat. Nguri2 budaya Jawa misalnya, ada instansi yang mencanangkan hari Bahasa Jawa pada hari tertentu. Lalu pengumuman2, penulisan nama jalan, dan media publikasi lain memberitakan dengan bahasa jawa. Namun banyak yang cara nulisnya salah. Saya pernah juga menulis tentang ini, teman2 bisa lihat di sini.
Ajakan untuk teman2 se-Jateng, se-DIY, dan se-Jatim Continue reading “Back to Culture bukan Mbak Tukul Cor”

Advertisements

Penulisan Bahasa Jawa Modern

Suatu hari ada dua orang sahabat lama bertemu setelah liburan panjang. Mereka berdua adalah mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta. di sini saya (mynguan) hanya mendokumentasikan percakapan mereka dengan tulisan-tulisan di bawah. Nah..silakan disimak dulu :linux2:

Mynguan : halo bro, piye kabare? eh betewe sesok ono kuliah gak yo?

Konguan: weits ono mynguan, apik bro hehehe. sesok ketoke durung ono kuliah kok..

Mynguan: oalah, lhah sek sek..kuliahe mulai kapan nek ngono?

Konguan: mulai minggu ngarep kok..

Mynguan: welah minggu ngarep jebule hahha. betewe kuliah opo to?

Konguan: mbuh lali jadwale..

Mynguan: hmm okok, yo wes aku tak lungo nang kantin sek yo

Konguan: ok bro, ati-ati yo

Mynguan: yoa.. :ngacir

yang di atas ini yang menurut saya modern (jaman sekarang) :p

Bandingkan dengan ini Continue reading “Penulisan Bahasa Jawa Modern”