Menangkap “Serdadu Kumbang”

Serdadu Kumbang

Amek, Umbe, dan Acan adalah tiga bocah bersahabat karib yang hidup dalam kondisi serba kekurangan di sebuah perbukitan di Desa Mantar, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Persahabatan ketiga bocah ini seakan tak terpisahkan.

Amek, bocah yang menderita bibir sumbing, tinggal bersama “Inaq” (ibunya) Siti dan kakaknya Minun di sebuah rumah panggung sederhana yang jauh dari kota, sejak ia ditinggal ayahnya Zakaria (Jack) merantau mengadu nasib ke Malaysia.

Selain tiga sahabat sejati, Amek juga memiliki seekor kuda kesayangan yang diberi nama “Smodeng”.

Kendati hidup dalam kondisi serba kekurangan, ketiga bocah Bukit Mandar itu masing-masing punya cita-cita. Amek, misalnya ingin menjadi penyiar dan presenter TV nasional. (oase.kompas.com)

Tadi saya habis nonton film ini bersama Mbak Rizka. Seperti kebanyakan film Indonesia yang benar-benar film, film garapan Alenia Production ini sangat bagus. Ada beberapa hal yang saya tangkap dari film ini. Continue reading “Menangkap “Serdadu Kumbang””

Advertisements