Life

Hari ini saya abis melikus lho, eh melukis maksudnyah. Berbekal peralatan lukis dari bulik saya, akhirnya lukisan pertamax saya jadi dan lukisan ini saya kasih judul “life”

life

Continue reading “Life”

Advertisements

Nongton Film Anak

Hari ini saya, Umam (Ceria), Yasir (Ceria), Seto (PCMI Jogja), dan Mbak Icha (Ceria/PCMI Jogja) pergi nongton screening film “Aku, masa depanmu Indonesia!” di Gedung Societet TBY. Sebenarnya tujuan utama kami datang ke sana bukan untuk nognton sih, melainkan untuk dapatin tas cantik hahahaha ya bukan layau. Tujuan kami datang ke sana adalah untuk bisa ngobrol sama teman-teman Yayasan Kampung Halaman, yang bersama ILO menggelar acara screening film ini. Oya, yang bikin filmnya itu anak-anaknya lho, bukan teman-teman Yayasan Kampung Halaman (YKH). Yayasan Kampung Halaman cuma menfasilitasi aja. Continue reading “Nongton Film Anak”

Kisah Seorang Direktur dari Kaki G. Panderman

gambar: arfika.wordpress.com
 Judul Buku : 9 Summers 10 Autumns: Dari Kota Apel ke The Big Apple

Penulis : Iwan Setyawan

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Cetakan : Kedelapan, Februari 2012

Tebal : 221 halaman

 

Namanya Iwan Setyawan, seorang anak supir angkot yang sanggup menjadi lulusan terbaik Fakultas MIPA Institut Pertanian Bogor, bahkan dia pernah menjabat sebagai seorang direktur di sebuah perusahaan multinasional, Nielsen New York.

Sejak kecil Iwan selalu diajarkan cinta, kasih sayang, dan kesederhanaan dalam keluarganya. Keluarga besar yang tinggal di rumah berukuran 5×7 meter persegi di kota Batu. Menurutnya, Ibunya adalah seorang kartini sejati, karena di tengah keterbatasan ekonomi, beliau mampu menyekolahkan anak-anaknya sampai lulus kuliah semua. Continue reading “Kisah Seorang Direktur dari Kaki G. Panderman”

Klakson

gambar: neatoshop.com

Suaranya nyaring, ada yang berbunyi “din din”, “tot tot”, “ngong ngong”, bahkan “oek oek.” Semua kendaraan bermotor umumnya mempunyai klakson, mulai dari sepeda sampai truk trailer semuanya punya klakson sebagai “mulut” kendaraan tersebut. Klakson membuat si pengendara bisa memberitahu kendaraan atau orang di depannya bahwa dia ada di belakang mereka, atau dapat juga diinterpretasikan bahwa dia mau lewat.

Penggunaan klakson juga erat dengan etika berkendara lho. Karena membunyikan klakson itu ibarat kentut di jamuan makan malam oleh seorang diplomat, hehehe. Maksud saya membunyikan klakson itu harus dilakukan di saat yang tepat. Contoh, waktu kita sedang melaju di tikungan yang tajam yang gak kelihatan ada kendaraan lain di ujung tikungan. Atau ketika kita mau mendahului kendaraan di depan kita. Daripada kita membahayakan diri sendiri maupun orang lain, lebih baik kan kita membunyikan klakson? Continue reading “Klakson”

Ketika TA Tidak Bisa Titip Absen

Sekarang sudah semester tujuh, berarti semester depan saatnya ambil Tugas Akhir (TA) alias skripsi. Tidak terasa 7 semester sudah saya lalui di UGM ini, rasanya baru kemarin ospek tau-tau sudah di ujung saja. Pas kuliah Bahasa Indonesia beberapa minggu lalu bu dosen memberikan tips untuk memilih dan menulis skripsi. Sekarang saya bagi nih tips dari bu dosen untuk temen-teman semua. Ada tiga, Cekidot!

1. Idealis

Penting menjadi seorang yang idealis dalam memilih tema skripsi. Pilihlah tema skripsi yang didimu banget, sesuai dengan minat kita ketika kuliah. Akan lebih baik kalau tema itu ada sangkut pautnya dengan hobi kita, misalkan main musik, olah musik, fotografi, atau bahkan foto model :hammer:. Hal ini akan membuat kita bertahan selama kurang lebih 5 bulan dalam mengerjakan tugas dewa itu. Idelis itu akan membuat kita bertahan dari serangan kebosanan, kemunafikan, kebingungan, dan kemanjaan. Continue reading “Ketika TA Tidak Bisa Titip Absen”

Menangkap “Serdadu Kumbang”

Serdadu Kumbang

Amek, Umbe, dan Acan adalah tiga bocah bersahabat karib yang hidup dalam kondisi serba kekurangan di sebuah perbukitan di Desa Mantar, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Persahabatan ketiga bocah ini seakan tak terpisahkan.

Amek, bocah yang menderita bibir sumbing, tinggal bersama “Inaq” (ibunya) Siti dan kakaknya Minun di sebuah rumah panggung sederhana yang jauh dari kota, sejak ia ditinggal ayahnya Zakaria (Jack) merantau mengadu nasib ke Malaysia.

Selain tiga sahabat sejati, Amek juga memiliki seekor kuda kesayangan yang diberi nama “Smodeng”.

Kendati hidup dalam kondisi serba kekurangan, ketiga bocah Bukit Mandar itu masing-masing punya cita-cita. Amek, misalnya ingin menjadi penyiar dan presenter TV nasional. (oase.kompas.com)

Tadi saya habis nonton film ini bersama Mbak Rizka. Seperti kebanyakan film Indonesia yang benar-benar film, film garapan Alenia Production ini sangat bagus. Ada beberapa hal yang saya tangkap dari film ini. Continue reading “Menangkap “Serdadu Kumbang””