Tamalsia #2: Masih Bangkok

Cerita sebelumnya di sininull
P1070236

Menginap di Sawasde Inn itu nyaman dan aman. Karena pintu kamar selalu akan terkunci kalau ditutup, sampai-sampai saya kekunci dari luar karena lupa membawa kunci kamar pas ke kamar mandi 😐
Jumat
Sebagai seorang muslim laki-laki yang gahul, saya harus jumatan dong. Jadilah Jumat pagi itu saya gunakan untuk nukar uang dan cari masjid. Menurut buku (buku panduan) yang saya ikuti, masjid terdekat dari tempat menginap saya adalah Masjid Chakrabongse. Peta di buku sih menunjukkan kalau letak masjidnya dekat dan nggak rumit, tapi ternyata tetep dekat tetapi rumit. Masjidnya itu berlokasi di sebuah gang super sempit dan dari jalan raya nggak kelihatan kalau itu gang. Wajarlah saya nggak nemu dengan mulus.
Continue reading “Tamalsia #2: Masih Bangkok”

Advertisements

Solopedisi #2

Tulisan ini lanjutan Solopedisi #1. Cekidot

Menyusuri Jalan Slamet Riyadi

Salah satu Tim Solopedisi bilang bahwa jarak dari Purwosari ke Ps. Klewer hanya 20 menit. Ngap! Jarak 20 menit itu ditempuh dengan mengendarai motor. Kalo jalan kaki bisa sampai hampir satu jam, dan itu sudah kami buktikan kemarin. So, gak semua yang kamu dengar itu benar. Dibutuhkan data-data penunjang dan kalo perlu dibuktikan saja seperti yang kami lakukan. Continue reading “Solopedisi #2”

Purist: The Omniknight

Akhir-akhir ini saya kalo main dota sering make hero ini. Nama lengkapnya Purist Thunderwrath, seorang hero berkebangsaan sentinel. Primary atributnya adalah strength, makanya hero ini HPnya banyak. Walaupun strength, hero ini bisa dibuat menjadi supporter, semi-ganker, debuffer, healer, dan tentu saja semi-tanker. Kalo saya lebih suka bikin hero ini jadi hero support. Mungkin karena roleplay saya emang support kali ya? hehehe Continue reading “Purist: The Omniknight”

Musikku

Selamat sore kawan-kawan yang budiman, sore ini saya mau berbagi cerita tentang beberapa grup musik yang lagunya pernah/sering saya dengar sejak SD sampai sekarang, serta cerita kenalan saya sama alat musik. Akan saya urutkan dari sejak dahulu kala (SD), sampai sekarang. Sebelum saya beberkan mereka, saya ceritain dulu tentang perubahan jenis musik yang saya suka. Dulu pas SD suka pop, terus SMP suka laguanime dan rock yang macam helloween gitu, terus pas SMA masih suka rock tapi yang slow, tapi sekarang lebih suka blues, hehehe. Continue reading “Musikku”

KP #3: Bontang Kuala, Kelurahan di Atas Laut

“Wan, jam berapa kita nanti ke Bontang Kuala?”

“Gak tau mas, aku ngikut Herman aja”

“Oh gitu, oke nanti kabarin aku ya jadinya jam berapa”

“Ok mas”

Itulah penggalan percakapan saya dengan Arwan, siswa PKL yang satu mess dengan kami. Kami memang sudah janjian mau ke Bontang Kuala (BK) malam minggu kemarin. Kata Herman kalo malam minggu di BK sangat rame dan bagus. Benar saja, pas saya ke sana di BK memang rame, Continue reading “KP #3: Bontang Kuala, Kelurahan di Atas Laut”

KP #2: Menginjak 0 derajat

Berawal dari Bayu, teman PKL kami, yang bercerita kepada saya bahwa ada Tugu Katulistiwa di dekat Bontang. Awalnya saya nggak percaya, lha wong setau saya di Indonesia yang dilalui garis equator kan bukan di Bontang. Tapi Bayu tetep saja berusaha meyakinkan saya bahwa ada tugu tersebut. Dia bilang letak tugunya ada di pinggir jalan Bontang-Samarinda, kurang lebih 200m dari badan jalan.

Jumat-Sabtu kemarin saya dan Fajar, partner Kerja Praktek (KP) saya, turun ke Bontang. Ya, tempat KP kami memang berada di perbukitan, di sebuah perusahaan batubara nasional, PT. Indominco Mandiri. Makanya kalo ke Bontang disebut turun ke Bontang.

Selama di Bontang kami menginap di rumah saudara (jauh) Fajar, namanya Pak Parman. Rumahnya ada di perumahan KCY . Ketika kemarin kami ke sana, kami sempat berjalan sejauh 2km lho, karena gak ada angkot, hehehe lumayan olahraga sore. Sip sampai di sana teh hangat sudah menunggu 🙂 Continue reading “KP #2: Menginjak 0 derajat”

Hari Kamis Ini

Halo setelah semalam saya berkutat sama tulisan big bro dan pagi sampai siang ngutak-atik presentasi seminar sampai saya malah jadi takut akan pertanyaan-pertanyaan yang kira-kira bseok akan diajukan. Tadi barusan si Fajar telpon kalo aplikasi KP kami diterima. Seneng? Iya sih tapi sekaligus nyesek juga, soalnya Senen depan masak langsung disuruh masuk KP? OMG! Ke Borneo tuh butuh persiapan hahahaha #lebay. Waduh nanti UAS gimana? Tas keril lagi dipinjem. Tiket pesawat? Tugas video SCADA yg blm tersentuh. Dan si pensil nanti gimana coba? Masa tau2 ditinggal lama 3 bulan? hahahaha Continue reading “Hari Kamis Ini”

Bli Bali Bali (JtTWF #3)

Hai hai semua, jumpa lagi dengan saya. Sesuai janji saya yang dulu banget, yaitu menceritakan perjalanan saya di Bali. Berbeda dengan cerita-cerita sebelumnya yang saya jelaskan secara deskriptif, kali ini saya akan bercerita dengan agak menyoroti seorang tokoh :D. Yak, sesuai dengan judul, Bli Bali Bali. Maksudnya adalah Bli (kakak) Pulang Bali, hehehe. Oke langsung saja.

Di hari kedua kami di Bali, Continue reading “Bli Bali Bali (JtTWF #3)”

Journey to The West Flores, #1

“Guys, nanti sore jam 16.00 kita ketemu di WS Jakal ya untuk sharing foto.. See you there ^ ^” SMS Mbak Rizka pada minggu (30/1) pagi.

Ahaha, saya kemarin habis melakukan perjalanan panjang ke wilayah timur nusantara. Bersama Mbak Rizka, Mas Wayan, Mbak Arni, Mbak Lery, Mas Dedi, Mas Corry, Vina, Vini, dan Basari, kami menempuh perjalanan selama 3 hari untuk mencapai ujung barat P. Flores yang ada di NTT. Keren euy, banyak hal-hal seru selama di perjalan. Oya, kali ini saya akan menulis cerita perjalanan saya menjadi 3 tulisan. Tulisan pertama (yang ini), berkisah seputar perjalanan ke Labuan Bajo (Flores), lalu yang kedua akan berkisar tentang apa saja yang saya lakukan di sana, dan yang ketiga adalah ketika saya di Bali. Lets Cekidot 😀

Continue reading “Journey to The West Flores, #1”